COMPANY VISIT ISACA STUDENT GROUP 2025 “Level Up With Electric Mobility”

Pada tanggal 17 Oktober 2025, ISACA Student Group UNPAR 2025 sukses menyelenggarakan kegiatan company visit ke PT Indomobil E-Motor dengan mengusung tema utama yaitu “Continuous Growing.” Kegiatan ini diikuti oleh 43 peserta yang terdiri dari mahasiswa Prodi Akuntansi Katolik Parahyangan serta dosen pendamping Prodi Akuntansi yaitu Dr.Amelia Setiawan,CISA ;  Dr. Sylvia Fettry Elvira Maratno SE., SH., M.Si., Ak., CA., CertIFR dan Samuel Wirawan, SE.,MM.,Ak .

Melalui judul “Level Up with Electric Mobility,” acara ini dirancang sebagai wadah pembelajaran langsung mengenai perkembangan pesat industri kendaraan listrik di Indonesia, sekaligus memperkuat hubungan antara dunia akademik dan dunia industri. Dengan semakin tingginya kebutuhan transformasi menuju teknologi yang lebih baik, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat dinamika bisnis otomotif modern serta peluang karier di sektor tersebut.

Acara dimulai dengan kata sambutan dari pihak perusahaan yaitu Bapak Jusak Kertawidjojo, selaku President Director PT Indomobil Group. Beliau merupakan Alumni dari Fakultas Ekonomi Angkatan 1975 yang memberikan pemaparan pembuka mengenai perkembangan industri kendaraan listrik baik secara global maupun nasional. Beliau menekankan bahwa tren kendaaraan listrik bukan hanya sekadar respons terhadap isu lingkungan, tetapi merupakan transformasi fundamental dalam industri otomotif yang menuntut inovasi berkelanjutan, penguatan sumber daya manusia, serta kesiapan menyambut teknologi yang baru. Beliau juga didampingi oleh Bapak Willianto Husada selaku President Director PT Indomobil Emotor Internasional. ISACA Student Group memberikan plakat sebagai tanda terima kasih kepada Bapak Jusak Kertawidjojo serta Bapak Willianto Husada.

Dari pihak Universitas Katolik Parahyangan, Bapak Samuel Wirawan selaku Deputi Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan, turut memberikan kata sambutan yang menekankan pentingnya kolaborasi antara universitas dan dunia industry. Beliau menyampaikan bahwa tema “Continuous Growing” sangat selaras dengan tuntutan pendidikan modern yang menekankan pembelajaran berkelanjutan, kemampuan adaptasi, serta peningkatan kompetensi secara progresif. Bagi mahasiswa, pengalaman seperti company visit ini memberikan ruang untuk menghubungkan konsep-konsep yang dipelajari di kelas dengan praktik nyata dalam lingkungan bisnis yang kompleks dan dinamis. Beliau menyampaikan apresiasi kepada PT Indomobil E-Motor Internasional atas keterbukaan dan kesediaannya memberikan pengalaman langsung yang sangat berharga bagi para peserta Universitas Katolik Parahyangan.

Sesi selanjutnya disampaikan oleh Bapak Pius Wirawan selaku CEO dari PT Indomobil E-Motor Internasional yang memberikan penjelasan mendalam mengenai peran strategis dalam rantai pasok industri otomotif, serta kontribusinya dalam pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Beliau menjelaskan bahwa PT Indomobil E-Motor Internasional memiliki tanggung jawab besar dalam proses perakitan berbagai kendaraan listrik mulai dari sepeda motor hingga kendaraan roda empat tertentu, dengan menerapkan standar kualitas yang ketat serta teknologi produksi berbasis efisiensi dan keberlanjutan. Penjelasan ini memberi gambaran komprehensif kepada peserta mengenai kompleksitas operasional perusahaan manufaktur otomotif.

Setelah rangkaian sambutan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan mengenai profil perusahaan PT National Assamblers yang merupakan anak perusahaan dari PT Indomobil E-Motor. Sesi ini disampaikan oleh Bapak Salmen Ali selaku Direktur Produksi PT National Assamblers yang didampingi oleh staffnya, yang memberikan penjelasan mengenai PT National Assamblers.

Selanjutnya, peserta diajak untuk mengikuti factory tour di fasilitas produksi PT National Assemblers yang ditemani oleh Bapak Salmen Ali selaku Direktur Produksi dari PT National Assamblers. Tur ini menjadi salah satu bagian paling menarik dalam kegiatan karena memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat langsung proses perakitan kendaraan listrik. Peserta diperlihatkan bagaimana komponen-komponen utama seperti baterai, rangka kendaraan, sistem penggerak elektrik, hingga fitur keselamatan dirakit secara terstruktur dan sistematis. Pengalaman ini memberikan pemahaman nyata terhadap mahasiswa bagaimana industry dapat berlangsung.

Peserta juga berkesempatan untuk mengikuti test ride kendaraan listrik yang diproduksi oleh PT National Assemblers memiliki nama/merk Tyranno serta Adora. Kegiatan ini memungkinkan peserta untuk merasakan langsung performa kendaraan, stabilitas, kenyamanan berkendara, serta teknologi penggerak listrik yang digunakan. Sesi test ride ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis, tetapi juga memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya kualitas produksi dan pengujian kendaraan sebelum dipasarkan.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi makan siang bersama. Selain menjadi waktu untuk beristirahat, sesi ini juga menjadi momen interaksi santai antara mahasiswa, panitia ISACA Student Group UNPAR 2025, dosen pendamping, dan perwakilan perusahaan. Melalui percakapan informal, peserta dapat menggali lebih banyak informasi mengenai peluang magang, kualifikasi yang dibutuhkan untuk bergabung dalam industri otomotif, serta tantangan-tantangan yang umum dihadapi oleh para profesional di bidang tersebut.

Setelah makan siang, kegiatan berlanjut dengan Accounting Sharing Session yang dipandu oleh Pak Hizkia, dengan fokus pada penerapan standard costing dalam akuntansi biaya. Dalam sesi ini, beliau menjelaskan bagaimana perusahaan manufaktur otomotif menggunakan metode standard costing untuk mengukur efisiensi proses produksi serta mengendalikan biaya operasional. Peserta diperkenalkan pada konsep penetapan biaya standar, analisis varians, dan bagaimana informasi biaya tersebut digunakan oleh manajemen dalam pengambilan keputusan strategis. Penggunaan contoh konkret dari proses produksi kendaraan listrik membantu peserta memahami bagaimana akuntansi biaya diterapkan dalam lingkungan industri nyata.

Menjelang akhir kegiatan, peserta mengikuti Alumni Sharing Session yang diisi oleh tiga alumni UNPAR yang kini bekerja di Indomobil E-Motor, yaitu Ibu Marsiloan (Alumni FISIP), Bapak Noya, dan Bapak Faiq (Alumni FTI UNPAR). Dalam sesi ini, ketiganya berbagi pengalaman mengenai perjalanan karier, proses adaptasi ketika memasuki dunia kerja, tantangan profesional yang pernah dihadapi, serta keterampilan penting yang perlu dimiliki mahasiswa sejak dini. Mereka juga memberikan motivasi bagi peserta untuk berani mencoba, terus belajar, serta tidak takut menghadapi perubahan di dunia industri yang semakin kompleks. Sesi ini menjadi salah satu bagian paling inspiratif karena menampilkan contoh nyata keberhasilan alumni UNPAR dalam lingkungan profesional yang kompetitif. Sebagai ucapan terima kasih dari ISACA Student Group UNPAR 2025 memberikan sebuah plakat sebagai tanda terima kasih kepada Bapak Hizkia serta para alumni yang sudah memberikan inspirasi bagi para peserta company visit.

Kegiatan company visit ini ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta, panitia pelaksana, dan pihak PT Indomobil E-Motor. Dokumentasi ini menjadi simbol apresiasi atas kerja sama yang baik antara ISACA Student Group UNPAR 2025 dan PT Indomobil E-Motor serta menjadi penutup yang hangat atas kegiatan yang informatif, inspiratif, dan penuh pembelajaran.

Melalui kegiatan ini, ISACA Student Group UNPAR 2025 berhasil menghadirkan pengalaman pembelajaran yang selaras dengan semangat “Continuous Growing.” Mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teknis mengenai industri kendaraan listrik, tetapi juga mendapatkan wawasan mengenai strategi bisnis, proses produksi, penerapan akuntansi biaya, serta peluang karier yang relevan. Lebih dari itu, kegiatan ini memperkaya pemahaman peserta mengenai pentingnya pembelajaran berkelanjutan, adaptasi terhadap perubahan teknologi, dan kesiapan memasuki dunia profesional yang terus berkembang.